Dengan sedikit pemaksaan, akhirnya pergilah kami sekeluarga plus Papa Yos ke Yogya. Berhubung budget mefet & yg pergi banyak, diputuskan naik kereta bisnis Senja Utama Yogya. Tugas beli tiket dah papa yg ngerjain, giliran bunda untuk siap2 perlengkapan dan perabot lenong. Siang sebelumnya dapet sms VJ minta dibuatin bolgul 2 isi coklat keju. Alhamdulillah semua siap tepat waktu termasuk bekal untuk kita selama perjalanan.
Giliran semua siap & jam di dinding sudah menunjuk pukul 18.00, Ayah yang belum juga sampe padahal bunda dah pesen taksi untuk jam 18.30. Di detik-detik terakhir Ayah muncul dengan wajah panik. Ga pake mandi, cuma sempet ganti baju langsung berangkat.
Sampe stasiun Jatinegara, dah banyak calon penumpang yg menunggu di peron. Qt menuju jalur 2 untuk siap2. Seperti biasa Ayah mulai senewen & eneg, mulai karena nervous mo pergi sampe karena suasana stasiun yang rada crowded. Afi & Adjie siy malah tenang-tenang aja, Adjie sibuk merhatiin kereta yg mondar mandir di rel lain, kalo kata Papa keretanya lagi ngecek rel.
Kereta datang tepat waktu jam 19.30. Buru-buru naik biar g ketinggalan. Begitu sampe atas kereta qt semua bengong, especially Ayah. Blio sangat terkezut begitu melihat banyak orang yang dah ngegelar koran di sepanjang jalur tengah. Tapi kita tenang karena Papa dah beli tiket lengkap dengan nomer kursinya jadi engga usa khawatir engga dapet kursi.
Kursi dah didapat, tinggal atur-atur barang. Di sinilah tragedi terjadi. Papa yang sangking semangatnya mengatur bawaan di rak atas, itu ransel dibolak-balik padahal bundut lupa ada botol isi milo di dalem, jadilah bundut mandi susu & banjir di tempat kita. ALhamdulillah penumpang di sekitar engga ada yang protes karena kebasahan, malah kita dibantuin mberesin. Ayah makin stress.... :D
Akhirnya kereta mulai bergerak, Adjie sangat menikmati awal perjalanan ini. Di tiap persimpangan jalan, Adjie sibuk melambai2kan tangan ke pengendara yang sedang menunggu kereta melintas. Afi dah mulai buka bekal, laper katanya. Papa yang kebetulan duduk terpisah sudah sibuk dengan segelas kopi panas yang di pesan dari pengasong yang masih bisa melintas. Ayah.... mulai rileks & sibuk dengan teleponnya karena sempet ada gangguan di kantor.
Malam makin larut, penumpang yang lain mulai terlelap termasuk kita. Bahkan Adjie sudah ambil posisi tidur layaknya di kasur rumah. Awalnya bundut yang temani Adjie tapi karena Ayah khawatir punggung bundut bermasalah jadilah Ayah yang menggantikan menjaga Adjie.
Kereta singgah sebentar di Cirebon, ternyata masih ada lho penumpang yang naik & menyebabkan gerbong makin penuh sesak. Pengasongpun engga ketinggalan berebut tempat tapi karena gerbong sudah penuh sesak akhirnya mereka hanya berteriak dari depan pintu gerbong.
Setelah Cirebon kereta masih singgah di setiap stasiun yang dilalui. Tapi karena malam sudah larut, sepertinya penumpangpun sudah terlelap & tak peduli dengan keadaan. Mungkin yang ada di dalam pikirannya bahwa esok pagi mereka akan bersua dengan sanak saudara di daerah asalnya.
Alhamdulillah perjalanan berlangsung lancar, anak2 tidur dengan nyenyak. Jam 04.20 kereta memasuki Stasiun Tugu Yogya. Bundut dah telpon Tante VJ & Lik Bhayu untuk jemput.
Yogya... Kami datang
Giliran semua siap & jam di dinding sudah menunjuk pukul 18.00, Ayah yang belum juga sampe padahal bunda dah pesen taksi untuk jam 18.30. Di detik-detik terakhir Ayah muncul dengan wajah panik. Ga pake mandi, cuma sempet ganti baju langsung berangkat.
Sampe stasiun Jatinegara, dah banyak calon penumpang yg menunggu di peron. Qt menuju jalur 2 untuk siap2. Seperti biasa Ayah mulai senewen & eneg, mulai karena nervous mo pergi sampe karena suasana stasiun yang rada crowded. Afi & Adjie siy malah tenang-tenang aja, Adjie sibuk merhatiin kereta yg mondar mandir di rel lain, kalo kata Papa keretanya lagi ngecek rel.
Kereta datang tepat waktu jam 19.30. Buru-buru naik biar g ketinggalan. Begitu sampe atas kereta qt semua bengong, especially Ayah. Blio sangat terkezut begitu melihat banyak orang yang dah ngegelar koran di sepanjang jalur tengah. Tapi kita tenang karena Papa dah beli tiket lengkap dengan nomer kursinya jadi engga usa khawatir engga dapet kursi.
Kursi dah didapat, tinggal atur-atur barang. Di sinilah tragedi terjadi. Papa yang sangking semangatnya mengatur bawaan di rak atas, itu ransel dibolak-balik padahal bundut lupa ada botol isi milo di dalem, jadilah bundut mandi susu & banjir di tempat kita. ALhamdulillah penumpang di sekitar engga ada yang protes karena kebasahan, malah kita dibantuin mberesin. Ayah makin stress.... :D
Akhirnya kereta mulai bergerak, Adjie sangat menikmati awal perjalanan ini. Di tiap persimpangan jalan, Adjie sibuk melambai2kan tangan ke pengendara yang sedang menunggu kereta melintas. Afi dah mulai buka bekal, laper katanya. Papa yang kebetulan duduk terpisah sudah sibuk dengan segelas kopi panas yang di pesan dari pengasong yang masih bisa melintas. Ayah.... mulai rileks & sibuk dengan teleponnya karena sempet ada gangguan di kantor.
Malam makin larut, penumpang yang lain mulai terlelap termasuk kita. Bahkan Adjie sudah ambil posisi tidur layaknya di kasur rumah. Awalnya bundut yang temani Adjie tapi karena Ayah khawatir punggung bundut bermasalah jadilah Ayah yang menggantikan menjaga Adjie.
Kereta singgah sebentar di Cirebon, ternyata masih ada lho penumpang yang naik & menyebabkan gerbong makin penuh sesak. Pengasongpun engga ketinggalan berebut tempat tapi karena gerbong sudah penuh sesak akhirnya mereka hanya berteriak dari depan pintu gerbong.
Setelah Cirebon kereta masih singgah di setiap stasiun yang dilalui. Tapi karena malam sudah larut, sepertinya penumpangpun sudah terlelap & tak peduli dengan keadaan. Mungkin yang ada di dalam pikirannya bahwa esok pagi mereka akan bersua dengan sanak saudara di daerah asalnya.
Alhamdulillah perjalanan berlangsung lancar, anak2 tidur dengan nyenyak. Jam 04.20 kereta memasuki Stasiun Tugu Yogya. Bundut dah telpon Tante VJ & Lik Bhayu untuk jemput.
Yogya... Kami datang